We, 2018.05.23, 22.32

ngeblogoblogoblogan

Main | Registration | Login
Welcome Guest
RSS
Mini chat
200
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Track Block
Digital Tracker
Respect
free counters Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Search in Respati
Search in Google
GooTrans
Site friends
  • Alumni STIBA/ABA Malang
  • Caruban Internet Cafe
  • Web Asal Coret
  • Jack's Wordpress
  • Trinil Cyber Media
  • Personal Weblog
  • Javanese Culture
  • Public Photo Albums
  • My Facebook
  • Hanya KiTa
  • Login form
    This is
    IP
    Tag cloud
    sikap JAVA busana jawa hantu dunia Ghost makhluk halus Empu mpu gamelan me nephe malang STIBA java blade pasuruan kris Married mantu pengantin bromo mountain Pandangan Hidup Jawa antique Guitar kuno Music room forever culture east java friend religi adat coffe home House rizki rumah tea ruwatan garden pool name President girlfreind Moslem Girlfriends mommy girl making love Monoteism jawa Fonts memoria Friendship never dies... Babad Babat shadow puppet bharathayudha Kill Bill GAIB ghoib risky rizky darmagandhul Knight skills respati memories gatholoco wayang indonesia merdeka kamasutra seks hiking Budaya kejawen riski qur'an quran surat Heroes 3gp bokep waterfall danang doa mantra qulhu geni keris Apple nama Cute smile Rizki Yuwono Paranormal sisters Pardi Raka Indonesia

    Article


    Main » Articles » Charlatan

    KALENDER JAWA
    Kalender Jawa sama halnya dengan kalender-kalender yang lain menunjukkan tahun, bulan, tanggal dan hari dari suatu saat. Dalam kalender ini selain ada tujuh hari, minggu sampai dengan sabtu juga ada lima hari pasaran : kliwon, legi, pahing, pon dan wage.

    Di Jawa kedua macam hari itu digabungkan untuk mengingat kejadian-kejadian yang penting, misalnya seseorang lahir hari Minggu Kliwon atau Minggu Wage, seseorang meninggal hari Jumat Legi atau Jumat Pon.

    Sultan Agung yang terkenal, ratu binatara kerajaan Mataram kedua lahir dan wafat pada Jumat Legi. Beliau itu dihormati sebagai ratu bijak di tanah Jawa. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 adalah juga pada Jumat Legi. Orang tradisional biasanya tidak akan kawin atau melakukan hal-hal yang penting, pada saat yang dianggap “Hari Jelek” antara lain hari kematian orang tuanya.

    Simbol Perputaran Hidup
    Kalender Jawa menunjukkan perputaran hidup antara manusia dimana hidup itu diciptakan oleh Gusti, pencipta Jagat Raya, Tuhan Yang Maha Kuasa.

    Tahun
    Terdapat delapan nama dari tahun Jawa, misalnya tahun internasional 1999 sama dengan tahun Jawa, Ehe 1932 yang dimulai sejak bulan Sura, bulan pertama.
    Nama-nama tahun tersebut adalah sebagai berikut :
    1. Purwana - Alip, artinya ada-ada (mulai berniat)
    2. Karyana - Ehe, artinya tumandang (melakukan)
    3. Anama - Jemawal, artinya gawe (pekerjaan)
    4. Lalana - Je, artinya lelakon (proses, nasib)
    5. Ngawana - Dal, artinya urip (hidup)
    6. Pawaka - Be, artinya bola-bali (selalu kembali)
    7. Wasana - Wawu, artinya marang (kearah)
    8. Swasana - Jimakir, artinya suwung (kosong)

    Kedelapan tahun itu membentuk kalimat ”ada-ada tumandang gawe lelakon urip bola-bali marang suwung” (mulai melaksanakan aktifitas untuk proses kehidupan dan selalu kembali kepada kekosongan/keabadian)

    Tahun dalam bahasa Jawa itu wiji (benih), kedelapan tahun itu menerangkan proses dari perkembangan wiji (benih) yang selalu kembali kepada kosong yaitu lahir-mati, lahir-mati yang selalu berputar.

    Nama-nama Bulan
    Satu tahun terdiri dari 12 bulan yang meninjukkan sangkar paraning dumadi (asalnya dari mana dan akan pergui kemana), disini ada 12 proses yaitu :
    1. Warana (Sura) artinya rijal.
    2. Wadana (Sapar) artinya wiwit.
    3. Wijangga (Mulud) artinya kanda.
    4. Wiyana (Bakda Mulud) artinya ambuka.
    5. Widada (Jumadi Awal) artinya wiwara.
    6. Widarpa (Jumadi Akhir) artinya rahsa.
    7. Wilapa (Rejeb) artiya purwa.
    8. Wahana (Ruwah) artinya dumadi.
    9. Wanana (Pasa) artinya madya.
    10. Wurana (Sawal) artinya wujud.
    11. Wujana (Sela) artinya wusana.
    12. Wujala (Besar) artinya kosong.

    Setiap eksistensi dari hidup manusia baru dimualai dengan Rijal (sinar hidup yang diciptakan oleh kekuatan gaib dari Gusti Tuhan). Perputaran hidup manusia adalah dari rijal kembali ke rijal melalui suwung (kosong). Dari bulan pertama sampai dengan bulan ke sembilan manusia baru tersebut berada di kandungan ibu dalam proses untuk mengambil bayi hidup yang sempurna, siap untuk lahir; dari bulan kesepuluh dia menjadi seorang manusia yang hidup didunia ini. Bulan kesebelas melambungkan akhir dari pada eksistensinya didunia ini yaitu, wusana artinya sesudahnya. Yang terakhir adalah suwung artinya kosong, hidup pergi kembali dari mana hidup itu datang. Dengan kehendak Gusti hidup itu kembali lagi menjadi rijal, inilah perputaran hidup karena hidup itu abadi.

    Ada kalanya orang tua bijak memberikan nasihat sebaiknya setipa orang itu tahu inti dari sangkan paraning dumadi atau purwa, madya, wusana. Sehingga orang akan selalu bertingkah laku yang baik dan benar selama diberi kesampatan untuk hidup didunia ini.

    Dino Pitu (Hari Tujuh)
    Nama hari ini dihubungkan dengan sistem bulan-bumi. Gerakan (solah) dari bulan terhadap bumi adalah nama dari ke tujuh tersebut.
    1. Radite (Minggu) melambangkan meneng atau diam.
    2. Soma (Senin) melambangkan maju.
    3. Hanggara (Selasa) melambangkan mundur.
    4. Budha (Rabu) melambangkan mangiwa atau bergerak ke kiri.
    5. Respati (Kamis) melambangkan manengen atau bergerak ke kanan.
    6. Sukra (Jumat), melambangkan munggah atau naik ke atas.
    7. Tumpak (Sabtu) melambangkan temurun atau bergerak turun.

    Hari Pasaran Lima
    Hari-hari pasaran merupakan posisi sikap (patrap) dari bulan.
    1. Kliwon (Asih) melambangkan jumeneng atau berdiri.
    2. Legi (Manis) melambangkan mungkur atau berbalik arah kebelakang.
    3. Pahing (Pahit) melambangkan madep atau menghadap.
    4. Pon (Petak) melambangkan sare atau tidur.
    5. Wage (Cemeng) melambangkan lenggah atau duduk.

    Tanggal
    1. Tanggal pertama tiap bulan Jawa, bulan kelihatan sangat kecil-hanya seperti garis, ini dimaknakan dengan seorang bayi yang baru lahir, yang lama-kelamaan menjadi lebih besar dan lebih terang.
    2. Tanggal 14 bulan Jawa dinamakan purnama sidhi, bulan penuh melambangkan dewasa yang telah bersuami istri.
    3. Tanggal 15 bulan Jawa dinamakan purnama, bulan masih penuh tapi sudah ada tanda ukuran dan cahayanya sedikit berkurang.
    4. Tanggal 20 bulan Jawa dinamakan panglong, orang sudah mulai kehilangan daya ingatannya.
    5. Tanggal 25 bulan Jawa dinamakan sumurup, orang sudah mulai diurus hidupnya oleh orang lain kembali seperti bayi layaknya.
    6. Tanggal 26 bulan Jawa dinamakan manjing, dimana hidup manusia kembali ketempat asalnya menjadi rijal lagi.
    Sisa hari sebanyak empat atau lima hari melambangkan saat dimana rijal akan mulai dilahirkan kembali kekehidupan dunia yang baru.

    Proses perputaran hidup ini dinamakan cakromanggilingan (cakra = senjata berbentuk roda yang bergigi tajam, manggilingan = selalu berputar) atau juga disebut herucakra. Manusia yang berbudi baik selalu mengikuti jalan yang diperkenankan oleh Yang Kuasa orang tersebut akan dituntun mengetahui sangkan paraning dumadi (datang ke dunia berawal suci hidup didunia berhati dan berperilaku suci dan kembali dalam keadaan suci lagi). Wabillahitaufiqwalhidayah Wassalammualaikum….

    Category: Charlatan | Added by: respati (2009.03.08) | Author: Rizki Yuwono
    Views: 2154 | Rating: 0.0/0
    Total comments: 0
    Only registered users can add comments.
    [ Registration | Login ]
    Copyright Alamalam © 2018